Posts

Punokawan: The Adventure, Selesai!

Image
Sugeng Rawuh, teman Punokawan! Punokawan telah sampai di penghujung cerita.  Terima kasih kepada teman Punokawan yang telah setia mengikuti Punokawan mengarungi Indonesia dan menyaksikan wisata demi wisata budaya bersama Petruk dan kawan-kawan. Akhir kata, jangan lupa untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia dengan baik, ya! Deleng sampeyan ing wektu liyane, teman Punokawan!

Tujuan Terakhir: Festival Danau Sentani!

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Senangnya bisa kembali bertemu dengan teman-teman sekalian. Apa kabar, teman-teman? Semoga dalam keadaan baik-baik saja, ya. Punokawan di sini juga dalam keadaan sehat sejahtera, malah terlampau sehat karena kami menyapa teman-teman semua dari pulau paling ujung Indonesia yang tak lain tak bukan adalah Papua! Setelah mengarungi hampir seluruh pulau di Indonesia, menyaksikan dan mencicipi berbagai budaya Indonesia, kami rasa menjadikan Papua sebagai tujuan terakhir perjalanan kami adalah pilihan yang sangat tepat. Terlebih lagi, kami akan mengunjungi Festival Danau Sentani yang terletak di Jayapura, Papua. Sebuah festival pariwisata yang diadakan setiap tahunnya yang berlokasi di sekitar Danau Sentani. Pada Festival Danau Sentani ini, akan ditampilkan banyak sekali pertunjukan yang bertujuan untuk mengenalkan budaya asli Papua, seperti tarian adat diatas perahu, tarian khas Papua, upacara adat Ondoafi, berbagai macam sajian khas Papua ya...

Snorkeling yang Benar agar Hidup Selamat

"Aaaahhhh tolong aku!!!!" "Semar!!!" Astaga, teman-teman, Semar tenggelam! B-bagaimana ini? "Pyuuhh!" Tak lama kemudian Semar kembali ke permukaan dibantu masyarakat sekitar. "Uhuk uhuk uhuk" Semar terbatuk-batuk karena sepertinya ia menelan sedikit air laut. Aduh, pasti rasanya asin sekali. "Semar, kamu nggak apa-apa?" tanya Bagong cemas "Iya, aku nggak apa-apa. Agak kaget saja tadi." jawab Semar lemas "Lain kali dengarkan penjelasan dari profesional dengan baik ya, Semar. Kamu itu tadi lupa memakai snorkel atau selang pernapasan dan juga pelampung. Padahal kamu tahu sendiri kamu nggak bisa berenang, ini main nyebur aja..." kata Petruk "Maafkan Semar ya teman-teman. Semar terlampau tidak sabar ingin melihat fauna laut Bunaken sampai-sampai tidak memakai perlengkapan  snorkeling  dengan benar dan membuat kalian khawatir.." kata Semar "Iya, nggak apa-apa, Semar. Yang penting kamu selam...

Selami Taman Laut Nasional Bunaken

Image
Sugeng Sonten, teman Punokawan! Sore ini Petruk menyapa teman-teman dari tanah Manado tepatnya di pulau Bunaken! Tadi pagi, kami semua dibangunkan Semar dengan terburu-buru karena katanya ia mendapat mimpi lagi tentang warisan leluhur yang hilang. Kata Petruk, sih itu akal-akalan Semar saja biar kita semua bisa pergi ke Bunaken, Manado. Soalnya dari hari pertama perjalanan, Semar yang paling semangat merekomendasikan Taman Laut Nasional Bunaken ini. Beruntungnya Semar karena kali ini semuanya setuju dengan idenya, maka dari itu di sini lah kami sekarang. Bersiap-siap untuk menyelam dan menjelajahi wisata bahari di Taman Nasional Bunaken. Oh iya, teman Punokawan sudah pernah ke Taman Nasional Bunaken? Taman Nasional Bunaken adalah sebuah obyek wisata seluas sekitar 89.065 hektare, berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kotamadya Manado, Sulawesi Utara. Taman Nasional Bunaken secara resmi didirikan pada tahun 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama Indonesia. Pada ta...

Waktu yang Tepat Untuk Mengunjungi Tugu Khatulistiwa

"Loh kok??!!" Bagong, Semar, dan Gareng terbelalak kebingungan. "Kok bayangan kita masih ada??!" tanya Gareng Petruk hanya bisa geleng-geleng kepala. "Teman-teman karena terlalu bersemangat, sepertinya lupa apa yang Petruk jelaskan sebelumnya ketika kita masih di rumah.." Gareng bergantian menatap Petruk dan tanah tempat bayangannya memantul dengan terheran-heran. "Teman-teman, fenomena Kulminasi Matahari ini hanya terjadi selama tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Sekarang tanggal berapa?" "11 April....." jawab Gareng lemas Semar menepuk jidatnya. "Aduh! Salah tanggal kita kesini! Kenapa kamu nggak bilang daritadi, Petruk?" "Hehehehe sengaja, abisnya kalian terlihat semangat banget ingin pergi ke Tugu Khatulistiwa. Jadi, aku pikir, ya sudah nggak apa-apa usil sedikit hahahahaha" Bagong mencubit lengan Petruk dengan keras. "Dasar kamu Petruk, usil banget!!" "Ha...

Wisata Tanpa Bayangan, Tugu Khatulistiwa!

Image
Sugeng Enjing, teman Punokawan! Apa kabar, teman Punokawan semua? Petruk harap, teman-teman dalam keadaan sehat ya! Teman-teman, apakah kalian pernah mendengar tentang tempat Wisata Tanpa Bayangan? Satu-satunya tempat di dunia dimana tidak ada bayangan yang memantul dan hanya terjadi selama beberapa detik pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Unik banget kan, teman-teman? Karena keunikannya ini lah, pagi ini, Petruk menyarankan kepada Semar, Gareng, dan Bagong agar mengunjungi tempat ini yang tak lain tak bukan adalah Tugu Khatulistiwa! Tugu Khatulistiwa tepatnya terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Inilah garis lintang nol derajat bumi, garis yang tepat membelah bumi bagian selatan dan bagian utara. Seperti yang sudah Petruk jelaskan sebelumnya, setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, Tugu Khatulistiwa menjadi lokasi Hari Kulminasi Matahari. Titik kulminasi merupakan titik di mana matahari tepat berada di atas garis khatuli...

Rendang ooh Rendang

Brukk!! "Astaga, Gareng! Kamu nggak apa-apa?" tanya Petruk Gareng hanya tersenyum meskipun raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedikit terkejut. "Maaf, teman-teman. Aku ingin mengambil sendokku yang terjatuh tapi malah akunya yang ikut jatuh." Bagong kemudian membantu Gareng duduk kembali di bangkunya. "Hati-hati, ya Gareng. Kamu kan harus menjaga badanmu dengan baik." "Iya, terima kasih ya, Bagong. Yuk, kita kembali makan," kata Gareng Huff, hampir saja terjadi masalah. Seperti yang teman-teman tau, Gareng memang memiliki keterbatasan fisik di bagian tangannya, maka dari itu ia selalu mengalami kesulitan jika ingin mengambil atau memegang sesuatu. Aduh, gara-gara terlalu asyik menyantap rendang, kami jadi melupakan kawan kami. Teman-teman, jangan seperti Petruk, Semar, dan Bagong barusan, ya. Karena terlalu terlena terhadap sesuatu, kami jadi melupakan apa yang seharusnya kami jaga. "Lain kali kalau kesulitan, ja...