Posts

Pura Taman Meganda dan Ceritanya

"Petruk, tolong!" Langit di atas Pura Taman Meganda tiba-tiba sangat gelap seperti tertutup awan mendung yang pekat. Tidak lupa ada banyak suara gemuruh di balik awan tersebut. Bagong terlihat sangat ketakutan dan duduk meringkuk di bawah pura. Semar dan Gareng yang juga kebingungan memutuskan untuk menarik Bagong dan keluar dari Pura Taman Meganda. "Lebih baik kita pulang saja, sepertinya kita sudah berbuat hal yang tidak menyenangkan leluhur" kata Semar. Kami semua mengangguk dan berusaha untuk pulang di tengah kegelapan. Tetapi, aneh sekali. Sudah 15 menit sejak kami keluar dari Pura Taman Meganda, rasanya kami tidak menemukan cahaya sama sekali. Bahkan, kami seperti hanya berputar-putar di satu tempat. Karena bingung, Semar memutuskan kami beristirahat sejenak di bawah pohon beringin yang tiba-tiba terlihat di hadapan kami. Kata Semar, nampaknya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan dulu karena cuaca yang tidak memungkinkan. 5 menit beristirahat, tiba...

Bali, Bali, Bali!

Image
Sugeng Enjing, teman Punokawan! Pagi ini Petruk, Gareng, dan Semar dibangunkan dengan suara rengekan Bagong yang meminta kami pergi mengunjungi Bali. Katanya, ingin melihat air pancur di Pura Taman Meganda yang begitu jernih dan bersih. Yah, meskipun sepertinya Bagong hanya cari-cari alasan untuk pergi jalan-jalan. Namanya juga Bagong hihi.  Oh ya, bicara tentang Pura Taman Meganda, apakah ada dari teman Punokawan yang sudah pernah mengunjunginya? Kata Petruk sih, kebanyakan teman-teman jika ingin ke Bali, pasti yang pertama dikunjungi itu pantai, betul, tidak? Jangan salah, teman-teman. Pura di Bali tidak kalah cantik dari pantai, kok! Tak hanya cantik, pura memiliki pesona dan daya tarik sendiri karena merupakan wisata keagamaan yang sangat dijaga oleh masyarakat Bali terutama yang beragama Hindu. Jangan lupakan ya, teman-teman. Indonesia merupakan negara dengan masyarakat heterogen yang memeluk agama berbeda-beda. Baik bagi kita semua agar saling menjaga dan menghormati...

Ada Apa di Museum Sejarah Nasional Indonesia?

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Kembali lagi bersama Petruk, nih. Tadi ketika sedang menemani Gareng dan Bagong menikmati indahnya pemandangan Jakarta dari Puncak Pelataran Tugu Monas, Petruk tiba-tiba diseret Semar untuk ikut turun ke Museum Sejarah Nasional Indonesia yang terletak di lantai dasar Tugu Monas. Semar memang tidak bilang apa-apa, tapi kata Petruk sih Semar ingin Petruk membantunya mencari informasi tentang warisan leluhur yang hilang. Teman Punokawan, apakah sudah pernah ke Museum Sejarah Nasional Indonesia? Petruk sendiri belum pernah nih, bahkan ini pertama kalinya Petruk mengunjungi museum. Ada apa ya di dalam museum? Setelah 30 menit sejak turun dari Puncak Pelataran, akhirnya Petruk dan Semar sampai di Museum Sejarah Nasional Indonesia. Begitu sampai, Semar langsung saja meninggalkan Petruk dan sibuk kesana kemari. Huh, padahal dia sendiri yang minta ditemani. Yah, meskipun tidak bilang secara langsung, sih. Ya sudah, kalau begitu Petruk akan cari ...

Tujuan Pertama: TUGU MONAS!

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Siang ini panas banget ya teman-teman! Kata Petruk, sih, kalau lagi panas-panas seperti ini enaknya minum es Jeruk sambil berteduh di bawah pohon rindang. Tapi, Semar nggak setuju. Katanya, kita harus cepat-cepat keliling Indonesia untuk mencari warisan leluhur kami yang hilang. Sedikit informasi saja, Semalam Semar bermimpi leluhurnya mengatakan bahwa ada warisan penting yang hilang yang tersebar di seluruh Indonesia dan harus ditemukan oleh kami. Hmm kira-kira apa ya warisannya? Oh iya, bicara tentang Indonesia, teman Punokawan, tau nggak ibu kota Indonesia itu apa? Betul! Jakarta! Provinsi DKI Jakarta yang terletak di pulau Jawa ini terbagi menjadi 5 wilayah Kota administrasi dan satu Kabupaten administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta Pusat dengan luas 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2, Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, dan Kota administrasi Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, ...

Punokawan: The Adventure

Sugeng Rawuh, teman Punokawan! Punokawan: The Adventure adalah sebuah cerita berbentuk  web series  yang bertujuan untuk membawa anak-anak untuk menyelami budaya Indonesia dengan berkeliling 6 kota besar dari 5 pulau di Indonesia. Punokawan yang beranggotakan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong akan membagikan cerita mereka berkeliling 6 kota besar ini dan mengenalkan wisata budaya apa saja yang terkenal dan patut dilestarikan dari masing-masing kota yang dikunjungi. Kata Petruk sendiri merupakan cerita sampingan yang mengambil sudut pandang Petruk ketika berkeliling Indonesia bersama Semar, Gareng dan Bagong.  Jadi, jika kamu tertarik dengan Petruk dan ingin tahu lebih lanjut perjalanan Punokawan mengarungi Indonesia, yuk ikuti terus Petruk dan tingkah laku lucunya di Kata Petruk!