Posts

Showing posts from 2021

Punokawan: The Adventure, Selesai!

Image
Sugeng Rawuh, teman Punokawan! Punokawan telah sampai di penghujung cerita.  Terima kasih kepada teman Punokawan yang telah setia mengikuti Punokawan mengarungi Indonesia dan menyaksikan wisata demi wisata budaya bersama Petruk dan kawan-kawan. Akhir kata, jangan lupa untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia dengan baik, ya! Deleng sampeyan ing wektu liyane, teman Punokawan!

Tujuan Terakhir: Festival Danau Sentani!

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Senangnya bisa kembali bertemu dengan teman-teman sekalian. Apa kabar, teman-teman? Semoga dalam keadaan baik-baik saja, ya. Punokawan di sini juga dalam keadaan sehat sejahtera, malah terlampau sehat karena kami menyapa teman-teman semua dari pulau paling ujung Indonesia yang tak lain tak bukan adalah Papua! Setelah mengarungi hampir seluruh pulau di Indonesia, menyaksikan dan mencicipi berbagai budaya Indonesia, kami rasa menjadikan Papua sebagai tujuan terakhir perjalanan kami adalah pilihan yang sangat tepat. Terlebih lagi, kami akan mengunjungi Festival Danau Sentani yang terletak di Jayapura, Papua. Sebuah festival pariwisata yang diadakan setiap tahunnya yang berlokasi di sekitar Danau Sentani. Pada Festival Danau Sentani ini, akan ditampilkan banyak sekali pertunjukan yang bertujuan untuk mengenalkan budaya asli Papua, seperti tarian adat diatas perahu, tarian khas Papua, upacara adat Ondoafi, berbagai macam sajian khas Papua ya...

Snorkeling yang Benar agar Hidup Selamat

"Aaaahhhh tolong aku!!!!" "Semar!!!" Astaga, teman-teman, Semar tenggelam! B-bagaimana ini? "Pyuuhh!" Tak lama kemudian Semar kembali ke permukaan dibantu masyarakat sekitar. "Uhuk uhuk uhuk" Semar terbatuk-batuk karena sepertinya ia menelan sedikit air laut. Aduh, pasti rasanya asin sekali. "Semar, kamu nggak apa-apa?" tanya Bagong cemas "Iya, aku nggak apa-apa. Agak kaget saja tadi." jawab Semar lemas "Lain kali dengarkan penjelasan dari profesional dengan baik ya, Semar. Kamu itu tadi lupa memakai snorkel atau selang pernapasan dan juga pelampung. Padahal kamu tahu sendiri kamu nggak bisa berenang, ini main nyebur aja..." kata Petruk "Maafkan Semar ya teman-teman. Semar terlampau tidak sabar ingin melihat fauna laut Bunaken sampai-sampai tidak memakai perlengkapan  snorkeling  dengan benar dan membuat kalian khawatir.." kata Semar "Iya, nggak apa-apa, Semar. Yang penting kamu selam...

Selami Taman Laut Nasional Bunaken

Image
Sugeng Sonten, teman Punokawan! Sore ini Petruk menyapa teman-teman dari tanah Manado tepatnya di pulau Bunaken! Tadi pagi, kami semua dibangunkan Semar dengan terburu-buru karena katanya ia mendapat mimpi lagi tentang warisan leluhur yang hilang. Kata Petruk, sih itu akal-akalan Semar saja biar kita semua bisa pergi ke Bunaken, Manado. Soalnya dari hari pertama perjalanan, Semar yang paling semangat merekomendasikan Taman Laut Nasional Bunaken ini. Beruntungnya Semar karena kali ini semuanya setuju dengan idenya, maka dari itu di sini lah kami sekarang. Bersiap-siap untuk menyelam dan menjelajahi wisata bahari di Taman Nasional Bunaken. Oh iya, teman Punokawan sudah pernah ke Taman Nasional Bunaken? Taman Nasional Bunaken adalah sebuah obyek wisata seluas sekitar 89.065 hektare, berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kotamadya Manado, Sulawesi Utara. Taman Nasional Bunaken secara resmi didirikan pada tahun 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama Indonesia. Pada ta...

Waktu yang Tepat Untuk Mengunjungi Tugu Khatulistiwa

"Loh kok??!!" Bagong, Semar, dan Gareng terbelalak kebingungan. "Kok bayangan kita masih ada??!" tanya Gareng Petruk hanya bisa geleng-geleng kepala. "Teman-teman karena terlalu bersemangat, sepertinya lupa apa yang Petruk jelaskan sebelumnya ketika kita masih di rumah.." Gareng bergantian menatap Petruk dan tanah tempat bayangannya memantul dengan terheran-heran. "Teman-teman, fenomena Kulminasi Matahari ini hanya terjadi selama tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Sekarang tanggal berapa?" "11 April....." jawab Gareng lemas Semar menepuk jidatnya. "Aduh! Salah tanggal kita kesini! Kenapa kamu nggak bilang daritadi, Petruk?" "Hehehehe sengaja, abisnya kalian terlihat semangat banget ingin pergi ke Tugu Khatulistiwa. Jadi, aku pikir, ya sudah nggak apa-apa usil sedikit hahahahaha" Bagong mencubit lengan Petruk dengan keras. "Dasar kamu Petruk, usil banget!!" "Ha...

Wisata Tanpa Bayangan, Tugu Khatulistiwa!

Image
Sugeng Enjing, teman Punokawan! Apa kabar, teman Punokawan semua? Petruk harap, teman-teman dalam keadaan sehat ya! Teman-teman, apakah kalian pernah mendengar tentang tempat Wisata Tanpa Bayangan? Satu-satunya tempat di dunia dimana tidak ada bayangan yang memantul dan hanya terjadi selama beberapa detik pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Unik banget kan, teman-teman? Karena keunikannya ini lah, pagi ini, Petruk menyarankan kepada Semar, Gareng, dan Bagong agar mengunjungi tempat ini yang tak lain tak bukan adalah Tugu Khatulistiwa! Tugu Khatulistiwa tepatnya terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Inilah garis lintang nol derajat bumi, garis yang tepat membelah bumi bagian selatan dan bagian utara. Seperti yang sudah Petruk jelaskan sebelumnya, setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, Tugu Khatulistiwa menjadi lokasi Hari Kulminasi Matahari. Titik kulminasi merupakan titik di mana matahari tepat berada di atas garis khatuli...

Rendang ooh Rendang

Brukk!! "Astaga, Gareng! Kamu nggak apa-apa?" tanya Petruk Gareng hanya tersenyum meskipun raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedikit terkejut. "Maaf, teman-teman. Aku ingin mengambil sendokku yang terjatuh tapi malah akunya yang ikut jatuh." Bagong kemudian membantu Gareng duduk kembali di bangkunya. "Hati-hati, ya Gareng. Kamu kan harus menjaga badanmu dengan baik." "Iya, terima kasih ya, Bagong. Yuk, kita kembali makan," kata Gareng Huff, hampir saja terjadi masalah. Seperti yang teman-teman tau, Gareng memang memiliki keterbatasan fisik di bagian tangannya, maka dari itu ia selalu mengalami kesulitan jika ingin mengambil atau memegang sesuatu. Aduh, gara-gara terlalu asyik menyantap rendang, kami jadi melupakan kawan kami. Teman-teman, jangan seperti Petruk, Semar, dan Bagong barusan, ya. Karena terlalu terlena terhadap sesuatu, kami jadi melupakan apa yang seharusnya kami jaga. "Lain kali kalau kesulitan, ja...

Ke Padang, Makan Rendang!

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Siang ini langit Sumatera Barat cerah sekali! Kata Petruk, sih, ini waktu yang tepat untuk mengunjungi Rumah Makan Padang dan makan rendang hahaha. Teman Punokawan pasti tau dan pernah makan rendang, bukan? Tapi, apakah teman-teman tau tentang makna filosofis dibalik masakan rendang? Biar Petruk jelaskan sedikit ya. Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang, Sumatra Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang. Secara simbolik, dagiang (daging sapi) melambangkan " niniak mamak " (para pemimpin suku adat), karambia (kelapa) melambangkan " cadiak pandai " (kaum Intelektual), lado (cabai) melambangkan " alim ilama " (alim ulama) yang tegas untuk mengajarkan syariat agama, dan pemasak (bumbu) melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau. Dalam tradisi ...

Pura Taman Meganda dan Ceritanya

"Petruk, tolong!" Langit di atas Pura Taman Meganda tiba-tiba sangat gelap seperti tertutup awan mendung yang pekat. Tidak lupa ada banyak suara gemuruh di balik awan tersebut. Bagong terlihat sangat ketakutan dan duduk meringkuk di bawah pura. Semar dan Gareng yang juga kebingungan memutuskan untuk menarik Bagong dan keluar dari Pura Taman Meganda. "Lebih baik kita pulang saja, sepertinya kita sudah berbuat hal yang tidak menyenangkan leluhur" kata Semar. Kami semua mengangguk dan berusaha untuk pulang di tengah kegelapan. Tetapi, aneh sekali. Sudah 15 menit sejak kami keluar dari Pura Taman Meganda, rasanya kami tidak menemukan cahaya sama sekali. Bahkan, kami seperti hanya berputar-putar di satu tempat. Karena bingung, Semar memutuskan kami beristirahat sejenak di bawah pohon beringin yang tiba-tiba terlihat di hadapan kami. Kata Semar, nampaknya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan dulu karena cuaca yang tidak memungkinkan. 5 menit beristirahat, tiba...

Bali, Bali, Bali!

Image
Sugeng Enjing, teman Punokawan! Pagi ini Petruk, Gareng, dan Semar dibangunkan dengan suara rengekan Bagong yang meminta kami pergi mengunjungi Bali. Katanya, ingin melihat air pancur di Pura Taman Meganda yang begitu jernih dan bersih. Yah, meskipun sepertinya Bagong hanya cari-cari alasan untuk pergi jalan-jalan. Namanya juga Bagong hihi.  Oh ya, bicara tentang Pura Taman Meganda, apakah ada dari teman Punokawan yang sudah pernah mengunjunginya? Kata Petruk sih, kebanyakan teman-teman jika ingin ke Bali, pasti yang pertama dikunjungi itu pantai, betul, tidak? Jangan salah, teman-teman. Pura di Bali tidak kalah cantik dari pantai, kok! Tak hanya cantik, pura memiliki pesona dan daya tarik sendiri karena merupakan wisata keagamaan yang sangat dijaga oleh masyarakat Bali terutama yang beragama Hindu. Jangan lupakan ya, teman-teman. Indonesia merupakan negara dengan masyarakat heterogen yang memeluk agama berbeda-beda. Baik bagi kita semua agar saling menjaga dan menghormati...

Ada Apa di Museum Sejarah Nasional Indonesia?

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Kembali lagi bersama Petruk, nih. Tadi ketika sedang menemani Gareng dan Bagong menikmati indahnya pemandangan Jakarta dari Puncak Pelataran Tugu Monas, Petruk tiba-tiba diseret Semar untuk ikut turun ke Museum Sejarah Nasional Indonesia yang terletak di lantai dasar Tugu Monas. Semar memang tidak bilang apa-apa, tapi kata Petruk sih Semar ingin Petruk membantunya mencari informasi tentang warisan leluhur yang hilang. Teman Punokawan, apakah sudah pernah ke Museum Sejarah Nasional Indonesia? Petruk sendiri belum pernah nih, bahkan ini pertama kalinya Petruk mengunjungi museum. Ada apa ya di dalam museum? Setelah 30 menit sejak turun dari Puncak Pelataran, akhirnya Petruk dan Semar sampai di Museum Sejarah Nasional Indonesia. Begitu sampai, Semar langsung saja meninggalkan Petruk dan sibuk kesana kemari. Huh, padahal dia sendiri yang minta ditemani. Yah, meskipun tidak bilang secara langsung, sih. Ya sudah, kalau begitu Petruk akan cari ...

Tujuan Pertama: TUGU MONAS!

Image
Sugeng Siang, teman Punokawan! Siang ini panas banget ya teman-teman! Kata Petruk, sih, kalau lagi panas-panas seperti ini enaknya minum es Jeruk sambil berteduh di bawah pohon rindang. Tapi, Semar nggak setuju. Katanya, kita harus cepat-cepat keliling Indonesia untuk mencari warisan leluhur kami yang hilang. Sedikit informasi saja, Semalam Semar bermimpi leluhurnya mengatakan bahwa ada warisan penting yang hilang yang tersebar di seluruh Indonesia dan harus ditemukan oleh kami. Hmm kira-kira apa ya warisannya? Oh iya, bicara tentang Indonesia, teman Punokawan, tau nggak ibu kota Indonesia itu apa? Betul! Jakarta! Provinsi DKI Jakarta yang terletak di pulau Jawa ini terbagi menjadi 5 wilayah Kota administrasi dan satu Kabupaten administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta Pusat dengan luas 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2, Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, dan Kota administrasi Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, ...

Punokawan: The Adventure

Sugeng Rawuh, teman Punokawan! Punokawan: The Adventure adalah sebuah cerita berbentuk  web series  yang bertujuan untuk membawa anak-anak untuk menyelami budaya Indonesia dengan berkeliling 6 kota besar dari 5 pulau di Indonesia. Punokawan yang beranggotakan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong akan membagikan cerita mereka berkeliling 6 kota besar ini dan mengenalkan wisata budaya apa saja yang terkenal dan patut dilestarikan dari masing-masing kota yang dikunjungi. Kata Petruk sendiri merupakan cerita sampingan yang mengambil sudut pandang Petruk ketika berkeliling Indonesia bersama Semar, Gareng dan Bagong.  Jadi, jika kamu tertarik dengan Petruk dan ingin tahu lebih lanjut perjalanan Punokawan mengarungi Indonesia, yuk ikuti terus Petruk dan tingkah laku lucunya di Kata Petruk!